Menu

Bincang Agribisnis dengan Tema Pakan Ternak Sapi

Radio sebagai media penyiaran yang memiliki pendengar sebagai aset utama dalam menyampaikan informasi. Radio memproduksi berbagai macam program yang menarik agar memiliki banyak pendengar, jumlah pendengar itulah yang menjadi sarana penyuluhan bagi pendengar. Pelaksanaan Bincang Agribisnis yang di sampaikan oleh Ir. Andang Andiani L, MS.i dan Dr. Hadi Haryanto, MP adalah dosen STPP Magelang. Dalam penyampaian bincang agribisnis mengambil tema “Pakan Ternak” dalam penyampaiannya adalah sebagai berikut :

Pengembangan ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba) sangat diharapkan sumbangannya selain sebagai penghasil protein hewani yang berguna untuk mencerdaskan kehidupan bangsa juga secara tidak langsung dapat menunjang kualitas hidup, baik untuk lingkungan sosial ekonomi maupun lingkungan fisik. Pengembangan populasi ternak ruminansia haras disertai pula dengan peningkatan ketersediaan pakan baik kuantitas maupun kualitas serta berkelanjutan. Komponen pakan merapakan biaya terbesar dalam usaha ternak, yaitu mencapai 60-70% dari total biaya produksi, oleh karena itu keuntungan usaha dapat diperoleh apabila pakan yang diberikan cukup murah tetapi dapat memenuhi kebutuhan ternak. Pada umumnya, setiap sapi membutuhkan makanan berupa hijauan. Sapi dalam masa pertumbuhan, sedang menyusui, memerlukan pakan yang memadai dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Pemberian pakan dapat dilakukan dengan 3 cara: yaitu penggembalaan (Pasture fattening), kereman (dry lot faatening) dan kombinasi cara pertama dan kedua. Pemberian pakan sapi yang terbaik adalah kombinasi antara penggembalaan dan kereman. Bahan pakan untuk sapi dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu hijauan dan pakan       tambahan (konsentrat). Untuk mendapatkan hasil produksi yang baik maka kedua macam bahan pakan ini haras diberikan, karena diharapkan dari kedua macam bahan pakan ini kebutuhan protein dapat terpenuhi. Hijauan merapakan bahan pakan pokok yang biasanya dipenuhi dari rumput, namun ketersediaan hijauan berfluktuasi sesuai musim. Menurut keadaannya, jenis hijauan dibagi menjadi 3 katagori, yaitu hijauan segar, hijauan kering, dan silase. Macam hijauan segar adalah rumput-rumputan, kacang-kacangan (leguminosa) dan tanaman hijau lainnya. Hijauan kering berasal dari hijauan segar yang sengaja dikeringkan dengan tujuan agar tahan disimpan lebih lama. Termasuk dalam hijauan kering adalah jerami padi, jerami kacang tanah, jerami jagung, dsb. yang biasa digunakan pada musim kemarau. Hijauan ini tergolong jenis pakan yang banyak mengandung serat kasar. Silase adalah hijauan segar yang diawetkan dengan proses fermentasi. Contoh-contoh silase yang telah memasyarakat antara lain silase jagung, silase rumput, silase jerami padi, dll. Potensi limbah pertanian dapat dimanfaatkan untuk menunjang ketersediaan pakan ruminansia yang berkesinambungan dan dapat dipergunakan oleh peternak atau dipasarkan setelah melalui sentuhan teknologi. Penambahan konsentrat pada sapi bertujuan untuk meningkatkan nilai pakan dan menambah energi. Tingginya pemberian pakan berenergi menyebabkan peningkatan konsumsi dan daya cerna dari rumput atau hijauan kualitas rendah. Kebutuhan air pada ternak merupakan kebutuhan penting, karena air adalah komponen penting dan terbesar dalam tubuh hewan. Kebutuhan air di penuhi melalui 3 sumber yaitu dari: air minum, air yang terkandung dalam pakan dan air dari hasil metabolisme tubuh.
Dalam penyiaran tersebut antusias pendengar sangat baik terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan melalui SMS maupun telepon sehingga kami mohon maaf untuk pendengar yang belum bisa dijawab dikarenakan waktu yang sangat terbatas.

Tinggalkan komentar