Menu

Difasilitasi Polbangtan YoMa, Pelatihan Petani dan Penyuluh Gelombang 11 Sukses

Kementerian Pertanian (Kementan) sukses menggelar pelatihan petani dan penyuluh gelombang 11 yang difasilitasi Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa), Kamis (12/8/2021).

Pelatihan petani dan penyuluh dilakukan bertahap mulai 7 hingga 14 Agustus 2021. Total ada 18 gelombang pelatihan yang difasilitasi oleh UPT lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sangat serius dalam upaya pengembangan SDM pertanian. Menurutnya, pembangunan infrastruktur pertanian akan berjalan baik jika didukung kualitas SDM yang andal. “Kalau lahan sudah ada dan baik. Airnya juga sudah bisa dikendalikan dengan baik. Varietasnya paling baik. Teknologi dan mekanisasi sudah hadir. Didukung kebijakan pemerintah dan support finansial dari perbankan. Semua ini hanya bisa berarti jika SDM dan petani muda yang kita miliki berkualitas tinggi,” ujarnya.

Mengangkat tema “Kebijakan Pemupukan dan Pendampingan Kredit Usaha Rakyat (KUR)”, kegiatan yang diselenggarakan secara virtual tersebut berhasil menarik minat 184.528 petani dan penyuluh yang tersebar di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi yang hadir sebagai pemateri menyampaikan tentang Kebijakan Pemupukan Nasional. Pemateri lainnnya adalah Asisten Deputi PMLK Kemenko Ekonomi, Keuangan, dan Industri Gede Edy Prasetya; tim Divisi Mikro Kredit Bank Mandiri; serta dosen Polbangtan YoMa menyampaikan materi tentang KUR.

Dedi menyatakan, penguatan sektor pertanian melalui program peningkatan produktivitas pertanian terus dilakukan Kementerian Pertanian. Di antaranya dengan memaksimalkan petani sebagai pelaku utama untuk mengelola usaha pertanian secara efisien. “Meningkatkan daya saing produk adalah tugas kita bersama. Kuncinya yaitu genjot produktivitas, menekan HPP, dan efisiensi. Efisiensi dalam segala aspek baik biaya, waktu, dan pemanfaatan sumber daya seperti penggunaan pupuk,” jelasnya.

Menurut Dedi, pengembangan dan penerapan inovasi teknologi mutlak dilakukan untuk efektivitas dan efisiensi sektor pertanian. “Pertanian harus maju, mandiri, dan modern. Maju ditandai dengan meningkatnya produktivitas dan kualitas produk. Mandiri artinya tidak tergantung dengan bantuan, subsidi, atau uluran tangan orang lain. Modern berarti pemanfaatan varietas berkualitas, pemanfaatan alsintan, serta penerapan teknologi seperti internet optik dan robotik sebagai pengungkit produktivitas dan upaya menciptakan pertanian yang rendah input guna mencapai efisiensi yang tinggi,” papar Dedi.

Efisiensi penggunaan pupuk, misalnya. Pemupukan harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi kesuburan tanah. Petani tidak boleh boros pupuk. Penggunaan pupuk yang berlebihan justru akan berakibat tanaman mudah roboh, terserang hama penyakit, mencemari lingkungan, dan tidak efisien. “Tidak benar bahwa penggunaan pupuk banyak-banyak dapat menjadikan hasil panen lebih tinggi,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Polbangtan YoMa Bambang Sudarmanto mengatakan, jumlah peserta pelatihan gelombang 11 terbanyak dari Jawa Tengah. Hingga 4 Agustus 2021 tercatat 169.528 orang. Dari jumlah tersebut,   5.040 di antaranya penyuluh. Sedangkan dari Provinsi DIJ diikuti sekitar 15 ribu petani dan penyuluh.

Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) BPPSDMP menyediakan 2 kanal Zoom Meeting dan streaming melalui Youtube agar seluruh peserta dapat mengakses kegiatan pelatihan. Tercatat sebanyak 2 ribu akun terpantau mengikuti pelatihan melalui kanal Zoom dan lebih dari 500 akun yang memantau melalui siaran langsung di kanal Youtube Puslatan dan BPPSDMP.

Pserta pelatihan yang tersebar di berbagai daerah tersebut mengikuti pelatihan virtual secara individu maupun berkumpul di titik-titik BPP Kostratani setempat. “Sebanyak 543 BPP dan 30 P4S wilayah Jateng serta 56 BPP dan 20 P4S wilayah DIJ menjadi titik kumpul petani dan penyuluh untuk mengikuti pelatihan ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat,” ungkap Bambang.

 

Source link : http://radarjogja.jawapos.com/pertanian/2021/08/14/difasilitasi-polbangtan-yoma-pelatihan-petani-dan-penyuluh-gelombang-11-sukses/

Tinggalkan komentar