Upaya peningkatan sumberdaya manusia pertanian terhadap peserta didik di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang Jurusan Penyuluhan Peternakan, selain melaksanakan proses pendidikan melalui program akademik berdasarkan kurikulum yang ada, maka dilakukan proses pendidikan dengan program non akademik yaitu peningkatan kompetensi lulusan program diploma IV di STPP Magelang. Tujuan diselenggarakan peningkatan kompetensi lulusan program diploma IV di STPP Magelang adalah untuk memberikan bekal keterampilan khusus kepada para mahasiswa dengan predikat Meat Inspector, sehingga setelah selesai memgikuti pendidikan di STPP Magelang dan telah kembali ke daerah masing-masing dapat menerapkan ilmunya guna mendaatkan kesempatan kerja dibidang kesehatan dan pemeriksaan daging.  Peserta peningkatan kompetensi lulusan program diploma IV di STPP Magelang adalah mahasiswa semester akhir. Semua peserta adalah PNS yang berasal dari wilayah, Jawa Tengah, NTT, Kalimantan, Riu, Bangka Belitung. Peserta memperoleh pengalaman dan tambahan pengetahuan dari pelaksanaan Peningkatan Kompetensi Lulusan Program Diploma IV di STPP Magelang. Kegiatan dilaksanakan dengan materi klasikal Kebijakan Pengembangan Sumberdaya Manusia dan materi materi lain, sedangkan pada malam hari dilakukan kegiatan praktikum di RPH.  Kegiatan praktikum dilaksanakan di 4 lokasi, yaitu Laboratorium Kesehatan Hewan STPP Magelang, RPH, Laboratorium Klinik dan Kesmavet serta di pasar yang ada di kota Magelang. Adanya kegiatan praktikum diharapkan peserta dapat memperoleh pengalaman dan keterampilan.  Kegiatan praktikum yang dilaksanakan dengan beberapa metode antara lain metode inspeksi, research, palpasi dan survey. Kegiatan praktikum yang dilaksanakan di RPH meliputi dua hal yaitu pemeriksaan hewan sebelum dipotong (ante mortem) dan pemeriksaan hewan setelah dipotong (post mortem). Peserta dapat membedakan kondisi organ dan karkas yang berbeda, karena disediakan dan ditunjukkan dari dua bahan yang berbeda, baik dari  jenis (yang baik/sehat dengan yang tidak sehat) dan asal ternak, yang ditinjau dari aspek: warna, tekstur, konsistensi, ukuran dan bau/aroma. Keterampilan tersebut sangat penting dimiliki oleh peserta, karena daging yang beredar di masyarakat tidak menutup kemungkinan dicampur antara daging sehat dan yang tidak sehat. Kegiatan praktikum di pasar sangat bermanfaat dan memiliki arti penting bagi para peserta, karena peserta dapat mengetahui cara mengambil contoh (sample) daging untuk pemeriksaan di laboratorium dan pemeriksaan daging yang dilakukan di pasar bersifat praktis/sederhana dan cepat, misalnya: uji keasaman dengan PH tester digital serta uji fisik. Daging yang dijual di pasar sekiranya dicurigai tidak normal (busuk, bangkai, atau dicampur dengan daging lain atau formalin), perlu dilakukan pengujian lebih lanjut di laboratorium. Pemeriksaan daging di pasar meliputi jenis daging : sapi, babi dan ayam. Proses pemeriksaan daging  di pasar model seperti ini biasanya mendapatkan tanggapan yang tidak baik dari para pedagang. Kelanjutan dari sampling dan pemeriksaan daging di pasar adalah pemeriksaan di laboratorium. Kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan karena menyangkut kepastian suatu dugaan/kecurigaan yang terjadi di pasar. Kelau saja kecurigaan tersebut itu benar, maka langkah yang diambil adalah penyitaan dan pemusnahan daging, yang melibatkan pihak kepolisian, dinas kesehatan dan unsur terkait.

Tinggalkan komentar