MENGENAL POTENSI DAN TANTANGAN DALAM DUNIA AGRIBISNIS

gb.0Dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa STPP Magelang sebagai praktisi  agribisnis maka STPP Magelang memfasilitasi para mahasiswa semester II untuk mengadakan praktik lapang mata kuliah permasalahan usaha agribisnis. Hal ini sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa mengenai analisis permasalahan yang ada dalam kegiatan agribisnis. Oleh sebab itu, diperlukan kegiatan observasi di lapangan untuk menggali berbagai masalah di dunia agribisnis yang dikemas dalam kegiatan fieldtrip.

Kegiatan fieldtrip tersebut dilaksanakan pada tanggal 21-22 April 2016. Lokasi fieldtrip dibagi menjadi dua wilayah yaitu di Kecamatan Bandongan, Magelang  dan di Kecamatan Kranggan, Temanggung. Hari pertama, mahasiswa semester II A dan B mengunjungi Kelompok Tani Bhina Karya di Kecamatan Bandongan kemudian hari kedua mahasiswa mengunjungi Kelompok Tani Sumber Rejeki di Kecamatan Kranggan, Temanggung.

GB1Di Kelompok Tani Bhina Karya, para mahasiswa berdiskusi dengan ketua kelompok tani dan penyuluh pendamping untuk menggali manajemen usaha, manajemen pemasaran  serta permasalahan agribisnis budidaya itik petelur baik untuk pembibitan (DOD) maupun telur konsumsi. Kegiatan pertemuan tersebut dipusatkan di Unit Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) milik Kelompok Tani  Bhina Karya.

Pada hari kedua, mahasiswa mengunjungi Kelompok Tani Sumber Rejeki binaan STPP di Kecamatan Kranggan yaitu budidaya sapi potong. Dalam pertemuan di rumah ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki, mahasiswa didampingi oleh dosen mata kuliah permasalahan usaha agribisnis menggali permasalahan-permasalahan yang ada dalam budidaya ternak sapi potong, manajemen pengelolaan dan pemasaran ternak. Mahasiswa diberi kesempatan untuk observasi langsung ke kandang ternak sapi potong milik kelompok tani yang berukuran 17x 20 m2 tersbut. Di peternakan sapi yang didominasi oleh jenis sapi Limousin dan PO tersebut, mahasiswa dapat melihat keadaan ternak, sanitasi, manajemen pemberian pakan, manajemen kandang serta pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk organik.

GB.3

Output yang ingin dicapai dalam kegiatan fieldtrip tersebut adalah:

  1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi berbagai peluang, masalah dan tantangan yang ada dalam bididaya ternak baik itik petelur maupun sapi potong.
  2. Mahasiswa termotivasi untuk mengembangkan usaha agribisnis.
  3. Mahasiswa mampu memecahkan permasalahan dalam usaha agribisnis.
  4. Mahasiswa mampu menganalisis kelayakan usaha menggunakan analisis SWOT.

 

Penulis : Yoga Primanita Ayu K

Tinggalkan komentar