Menu

Mentan dorong lulusan STPP Magelang mengedepankan Agrosociopreneur

Kedaulatan pangan negara merupakan hal yang strategis sehingga harus ada upaya maksimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan melalui program regenerasi petani didapat melalui program pendidikan vokasi. Pemerintah mendorong mahasiswa maupun siswa yang berada di UPT Pendidikan kementerian pertanian, untuk ikut terlibat dalam program Upaya Khusus (UPSUS) PAJALE (padi Jagung Kedelai) maupun gerakan SIWAB (Sapi Indukan Wajib Bunting). Regenerasi petani ini diharapkan dapat mendukung cita-cita pemerintah dalam jangka menengah dan panjang yaitu tercapainya kesejahteraan petanu dan kedaulatan pangan serta menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia di tahun 2045.

Menteri Pertanian dalam sambutannya yang dibacakan oleh Irjen Kementerian Pertanian, Justan Riduan Siahaan Ak MAcc Ca.dalam Wisuda Diploma IV Angkatan ke X TA 2016/2017 STPP Magelang di STPP Magelang Jurusan Penyuluhan Pertanian di Yogyakarta Hari Rabu, 23 Agustus 2017, mengatakan “Lulusan STPP Magelang harus mengedepankan Agrosociopreneur dalam melakukan penyuluhan, yaitu bagaimana berwirausaha dalam bidang pertanian yang tidak hanya mencari keuntungann semata dengan menggunakan pertisida dan obat kimia yang berlebihan, tidak memperhatikan kelestarian lingkungan serta kepentingan masyarakat”.

Para wisudawan/wisudawati STPP Magelang berjumlah 55 orang yang berasal dari berbagai daerah, dengan latar belakang dari berbagai macam instansi, harapannya, dalam menjadi jembatan untuk turut andil dalam program pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat melalui pertanian. Selain itu, ketua STPP Magelang Ir. Ali rachman, M.Si menyampaikan “program pendidikan diharapkan mampu menyiapkan SDM pertaniaan, meningkatkan akses, pemerataan, mutu dan relevansi penelitian terapan serta pengabdian kepada masyarakat untuk berkontribusi dalam pengembangan pembangunan pertanian”.

Para Wisudawan dan Wisudawati STPP Magelang mendapat gelar Sarjana Sains Terapan (S.ST) Program Diploma IV  yang terdiri dari 28 orang dari Jurusan Penyuluhan Pertanian, dan 27 orang dari  Jurusan penyuluhan Peternakan. Dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi diperoleh Arif Rahman Hakim dengan IPK 3,85 dari Jurusan Penyuluhan Pertanian dan Eko Wahyudi dengan IPK 3,63 dari Jurusan Penyuluhan Peternakan.

Salah satu modal untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan petani adalah tersedianya sumberdaya manusia (SDM). Sumberdaya manusia memiliki peran yang vital dalam mengoptimalkan lahan suboptimal untuk menghasilkan sumber pangan. Di lahan suboptimal dibutuhkan SDM yang mampu memanfaatkan potensi dan mengubah kendala menjadi peluang. Kedepan harapannya lulusan STPP Magelang dapat menjadi profil SDM yang profesional, mandiri, berdaya saing, kreatif dan inovatif, agar dapat mengatasi permasalahan usahatani.

Oleh : tantyanuar

 

 

Tinggalkan komentar