Menu

PAK AMRAN : MAHASISWA STPP HARUS MENJADI PENYULUH SEKALIGUS ENTEPRENEUR MUDA

Tanggal 30 November 2017, 288 mahasiswa STPP Magelang mengikuti kuliah umum oleh Bapak Menteri Pertanian RI di Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI Jakarta. Bertema “Peran Pendidikan Vokasi Pertanian dalam Mendukung Percepatan Regenerasi Petani Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045”, kuliah umum dihadiri dari perwakilan seluruh mahasiswa STPP Indonesia yaitu STPP Malang, STPP Bogor, STPP Gowa, STPP Medan, STPP Manokwari, dan STPP Magelang sendiri.

“Lulusan STPP adalah generasi muda pertanian yang memiliki potensi besar untuk memajukan pertanian. Jadi, selain menjadi penyuluh, harus bisa juga menjadi enterpreneur muda,” tegas Bapak Andi Amran Sulaiman (Menteri Pertanian RI). “Generasi muda menjadi enterpreneur juga dapat mengubah pengetahuan petani dan terus berinovas melahirkan inovasi teknologi atau terobosan memajukan pertanian. Hal ini sangat sejalan untuk mensukseskan kedaulatan pangan sehingga Indonesia menjadi lumbung pangan dunia tahun 2042,” jelas Pak Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Momon Rusmono, menjelaskan maksud kuliah umum sebagai pembekalan bagi mahasiswa baru STPP tahun akademik 2017/2018 supaya memiliki wawasan pembangunan di bidang pertanian dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani menuju Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045.

Transformasi pendidikan dilakukan BPPSDMP dalam rangka regenerasi petani yaitu diantaranya, pertama penyiapan naskah akademik alih bentuk STPP menjadi Politeknik, kedua pembukaan 10 program studi baru, dan ketiga penajaman serta penyelarasan kurikulum pendidikan tinggi vokasi pertanian untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing. Hal ini menjadi kesan tersendiri bagi mahasiswa khususnya STPP Magelang dalam kesiapan menghadapi beberapa perubahan program pendidikan.

Selain itu, dalam serangkaian acara tersebut, Temu Inovasi Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) menjadi salah satu perhatian dalam memeriahkan acara. Temu inovasi ini diikuti oleh perwakilan para peserta PWMP dari seluruh STPP, alumni perguruan tinggi mitra, dan SMK-PP dari berbagai daerah. Mereka memamerkan produk-produk unggulan hasil program PWMP dan inovasi-inivasi khususnya dalam bidang agribisnis. Para agripreneur ini menyuguhkan berbagai inovasi agribisnis mulai dari, budidaya, pengolahan, dan pemasaran.

Stand STPP Magelang dalam Temu Inovasi PWMP memiliki produk unggulan yaitu Smart Portable Cafe BerbasisTermoelektrik dan Panel Surya. Salah satu mahasiswa menjelaskan bahwa cafe mini ini sengaja didesain secara minimalis dan bersifat bongkar pasang sehingga dapat mudah dibawa maupun berpindah tempat. Menariknya lagi cafe ini dilengkapi oleh teknologi yang dapat memanfaatkan dua energi terbaharukan yaitu perubahan suhu dan sinar matahari menjadi energi listrik. Sehingga memungkinkan cafe ini dapat dioperasikan tanpa menggunakan sumber listrik baik diluar maupun di dalam ruangan.

Produk yang tidak kalah menarik adalah telur asin yang dibuat dengan basis osmotik. Dimana dalam proses pembuatannya memanfaatkan tekanan yang mempercepat masuknya garam ke dalam telur, sehingga dapat mempersingkat proses pemeraman telur hanya dalam waktu 4 hari. Produk ini sempat menarik perhatian Pak Amran dengan label produk “Putra Raja” yaitu salah satu produk PWMP mahasiswa STPP Magelang Jurusan Penyuluhan Peternakan. “STPP itu harusnya seperti ini,” kata pak Amran dalam pengujung kunjungannya di Stand bersama PWMP STPP Magelang, UGM, dan SPP Banjarbaru.(Fabiana Mentari)

Tinggalkan komentar