Pengelolaan Reproduksi dan Kebuntingan Ternak Kambing PE

Ternak kambing sudah lama diusahakan oleh petani atau masyarakat sebagai usaha sampingan atau tabungan karena pemeliharaan dan pemasaran hasil produksi (baik daging, susu, kotoran maupun kulitnya) relatif mudah. Meskipun secara tradisional telah memberikan hasil yang lumayan, jika pemeliharaannya ditingkatkan (menjadi semi intensif atau intensif), pertambahan berat badannya dapat mencapai 50 – 150 gram per hari. Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam usaha ternak kambing, yaitu: bibit, makanan, dan tata laksana. Pemilihan bibit harus disesuaikan dengan tujuan dari usaha, apakah untuk pedaging, atau perah (misalnya: kambing kacang untuk produksi daging, kambing etawah untuk produksi susu, dll). Secara umum ciri bibit yang baik adalah yang berbadan sehat, tidak cacat, bulu bersih dan mengkilat, daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan. Jenis dan cara pemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Pakan yang diberikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, mudah dicerna, tidak beracun dan disukai ternak, murah dan mudah diperoleh. Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu hijauan (berbagai jenis rumput) dan makan tambahan (berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, vitamin dan mineral).Pada tata laksana yang harus kita diperhatikan yaitu kandang harus segar (ventilasi baik, cukup cahaya matahari, bersih, dan minimal berjarak 5 meter dari rumah), pengendalian penyakit dan tidak kalah pentingnya adalah pasca panen. Demikianlah materi bincang agribisnis STPP Magelang yang dipancarkan oleh radio Fas FM 96,4 dengan narasumber yaitu drh. Budi Purwowidiarso, MP dengan Teguh Susilo, S.Pt, M.Si yang mengambil judul “Pengelolaan Reproduksi dan Kebuntingan Ternak Kambing PE” walaupun di bulan ramadhan seperti sekarang ini ternyata jumlah pendengar radio bincang agribisnis ini tidak berkurang penggemarnya ini dapat dilihat dari jumlah penanya yang ada, harapan kami apa yang disampaikan oleh narasumber dapat bermanfaat bagi para petani/peternak yang mendengarkan siaran ini.

 

Tinggalkan komentar