Menu

Rayndra Syahdan seorang petani sukses yang memajukan peternakan di desanya

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan, “pertanian jadi penyumbang ekspor terbesar pada tahun lalu dibanding sektor-sektor lainnya dan pencapaian tersebut setara dengan masa orde baru, dimana Indonesia kala itu kerap dianggap sebagai negara yang menjalankan program swasembada pertanian”. Rayndra yang terbakar semangatnya mendengar pernyataan ini membuat ia ingin memajukan peternakan di daerahnya, karena mensejahterakan petani di desanya adalah impian petani millenial ini.

Kerap dipanggil mas Rayndra, yang bercita cita membuat Sekolah Tani Milenial perlahan-lahan mulai terlaksana. Menjadi seorang petani sukses adalah impian terbesar Rayndra Syahdan sejak kecil. Setelah lulus dari SMK Negeri 1 Ngablak jurusan Agribisnis ternak unggas, Reyndra mendapatkan beasiswa dari Kementerian Pertanian untuk melanjutkan kuliah di Polbangtan Yoma. Selama kuliah Reyndra sudah merintis usaha mulai dari ayam joper, jual sayur dan sudah beberapa kali gagal. Namun berkat kerja kerasnya Reyndra bisa bangkit dan memulai bisnis ternak domba dan kedelai.

Menurut Rayndra, selama kuliah di polbangtan banyak sekali kesempatan yg diberikan kepadanya baik di dalam kampus maupun diluar kampus, selain itu metode belajar yg diterapkan juga sangat tepat baginya. Dengan 70 % kegiatan praktik sangat terasa sekali manfaatnya bagi Rayndra untuk mengembangkan usaha yang saat ini omzet yang dihasilkan sekarang mencapai 220 juta perbulan.  ”Saya memulai bisnis sejak saya semester 1 kuliah di polbangtan YOMA, dari mulai pelihara ayam, jualan sayuran di Car Free Day dan akhirnya sekarang sampai punya ratusan kambing dan domba” ujarnya

Tentu setiap usaha pasti ada suka dan dukanya, pengalaman dari mulai harganya fluktuatif, ternaknya mengalami sakit, bahkan ada yg mati. Tetapi itu adalah bagian dari perjuangan yang harus dibiasakan dan menjadi komitmen bagi Rayndra. Komoditas selain peternakan yang dimili selain ternak Kambing adalah memiliki pengolahan kelapa terpadu yaitu gula semut, veganectar dan VCO. “Pemasaran kami secara langsung dan melalui media sosial loh. Bahkan saat ini produk olahan kelapa kami sudah tembus pasar exspor” Ujar Rayndra sambil tersenyum.

Manfaat program Kementerian Pertanian berupa Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian  bagi Rayndra adalah bisa menjadi stimulan untuk memulai usaha. “Alhamdullilah sekarang berkembang pesat, dan bisa bangkit dari keterpurukan” ujarnya. Ternyata pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat Rayndra untuk bisa memajukan pertanian di daerahnya. “Saat ini saya membuat Sekolah Tani Milenial untuk memajukan peternak di daerah saya. Bahkan sampai kita berikan akses permodalan!” Ujar Rayndra tersenyum sambil mengolah pakan ternak dan membina petani millenial yang ada di desanya. (Roza)

Tinggalkan komentar