Menu

STPP Magelang sosialisasi OPA kepada penyuluh di Pakis

Issue yang sedang marak di dunia pertanian adalah menurunnya minat generasi muda pada bidang pertanian. sedangkan pemerintah melalui kementerian pertanian gencar-gencarnya olah lahan untuk menambah luas tambah tanam (ltt) agar program swasembada pangan berkelanjutan dapat berjalan drngan baik. guna mensiasati kurangnya tenaga petani dalam pengolahan lahan pertanian, kementerian pertanian menurunkan bantuan alsintan kepada petani melalui kelompok tani yang berada di daerah melalui Balai Penyuluh Pertanian ( BPP).
21 -24 Mei 2018, STPP Magelang mengadakan pembinaan dan pemberdayaan BP3K Sentra pangan dengan tema Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan (OPA) di 21 kecamatan di Kabupaten Magelang. Pagi ini (22/5) Acara sosialisasi OPA dilaksanakan di BPP Pakis, dihadiri oleh 13 Penyuluh, 1 ketua Poktan dan 1 orang dr Koramil Pakis.
“Tepat sekali bahwa pemerintah menggulirkan mekanisasi pertanian yg diartikan sbg penggantian tenaga kerja manusia kpd alsintan agar petani tdk kesulitan dlm proses pertanian. Ini modernisasi pertanian, pergeseran sikap n mentalitas masyarakat kearah kekinian n modern sehingga peningkatan produktivitas lebih baik dg alsintan.” ujar Parjo, SP, koordinator BPP Pakis.
Di Jawa Tengah, khususnya di Kecamatan Pakis, telah menerima bantuan alsintan (alat mesin pertanian) berupa Traktor sebanyak 15 unit yang dimanfaatkan oleh Petani. selain traktor, Kec. Pakis juga mendapat bantuan berupa pompa air. Di Kecamatan Pakis menjalankan program pemerintah yang mencanangkan Jalan Usaha Tani, yaitu jalan cor untuk menuju lahan petani agar traktor dapat menuju ke lahan pertanian, sehingga dapat memudahkan petani mengolah lahan pertanian.
pertemuan ini juga dihadiri oleh Kasubid. Kelembagaan dan Promosi Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Magelang, Ir. Budi Setiyo, MM. yang memberikan materi tentang Pemanfaatan alsintan “tantangan kita yang di daerah adalah bagaimana mengembangkan upja (usaha pelayanan jasa alat dan mesin pertanian) yang berfungsi utk melakukan kegiatan ekonomi dalam bentuk penyewaan jasa alsintan, baik dlm melakukan kegiatan pra panen sampai dengan pasca panen.” ungkapnya.
harapannya, adalah sosialisasi OPA sampai ke daerah dan bermanfaat bagi para petani sebagai pemanfaatan alat mesin pertanian yang diperbantukan oleh pemerintah. sehingga target swasembada pangan berkelanjutan dapat berjalan dengan baik. (tantyanuar)

Tinggalkan komentar