Transformasi dari STPP jadi Polbangtan pengaruhi struktur kelembagaan

Magelang – Transformasi menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) memengaruhi struktur organisasi kelembagaan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang.Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian di Pusat Pendidikan Pertanian mentransformasi enam Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian yang tersebar di enam daerah, yaitu Medan, Bogor, Magelang, Malang, Gowa, dan Manokwari.

Perubahan kelembagaan STPP menjadi Polbangtan bukan tanpa sebab. Kebutuhan penyuluh dan tenaga teknis di lapangan yang besar serta untuk mendukung tercapainya Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada 2045. Berkurangnya minat generasi muda terhadap dunia pertanian membuat Kementerian Pertanian semakin mantap membuka 12 program studi baru di enam Polbnagtan.
Perubahan kelembagaan dari STPP ke Polbangtan menjadikan perubahan terhadap struktur organisasi yang sudah ada.
Jika pada STPP dipimpin oleh satu orang ketua dan tiga wakil ketua, pada Polbnagtan menjadi dipimpin oleh satu orang direktur yang akan dijabat oleh dosen dan tiga wakil direktur di bidang akademik dan kerja sama, bidang umum, teknologi Informasi dan komunikasi, serta kemahasiswaan dan alumni.

Selain itu jabatan struktural terdiri dari dua eselon III (bagian administrasi akademik, kemahasiswaan dan alumni, dan bagian umum) , serta empat eselon IV yaitu Subag Administrasi Akademik, Subag Administrasi Kemahasiswaan dan alumni, Subag sumber daya manusia dan tata usaha, serta subbag keuangan dan perlengkapan.
“Adanya perubahan struktur organisasi pada lembaga, semoga menjadikan kita para pejabat semakin solid dan amanah dalam mengemban tugas, sehingga roda organisasidapat terlaksana dengan baik,” pesan Ir. Ali Rachman, M.Si Ketua STPP Magelang pada pengukuhan enam prodi baru Polbnagtan Magelang kemarin (29/6).
Tak hanya itu, adanya perubahan kelembagaan juga berpengaruh terhadap perubahan” mindset” dan pola pendidikan vokasi yang difokuskan pada sistem teaching factory, pemanfaatan bidang teknologi informasi, dan literasi yang berada di perpustakaan.
Kegiatan pemberdayaan, penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat masih dikelola oleh Unit penelitian dan pengabdian masyarakat (UPPM), serta penjaminan mutu sebagai kontrol terhadap pengelolaan pendidikan yang berlaku.(tantyanuar)

Tinggalkan komentar