Menu

UJI TEKNOLOGI PAKAN TERNAK SILASE DAN JERAMI FERMENTASI DI KABUPATEN SUKOHARJO

20160531_111025Pakan ternak merupakan hal yang paling penting dalam kehidupan ternak karena menyangkut nutrisi hewan ternak tersebut. Nutrisi yang terkandung dalam pakan ternak berpengaruh terhadap kesehatan, pertumbuhan dan reproduksi ternak, bahkan mampu menjaga keseimbangan jaringan tubuh dan membuat energi dalam proses metabolisme. Hal yang penting adalah pakan dapat memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral (Sarwono 2005), serta tidak mengandung racun yang dapat membahayakan ternak yang mengkonsumsinya.  

Ada pula aspek kebutuhan nutrisi yang dilihat dari kebutuhan ternak terhadap pakan. Kebutuhan nutrisi tersebut tiap harinya sangat tergantung pada jenis kelamin, umur, fase (pertumbuhan, dewasa, bunting, menyusui), kondisi tubuh (normal, sakit) dan lingkungan tempat hidupnya (temperatur, kelembaban udara) serta bobot badannya. Maka dari itu, setiap ekor ternak yang berbeda kondisinya membutuhkan pakan yang berbeda.

Pengolahan pakan juga berguna untuk meningkatkan keuntungan, merubah ukuran partikel, merubah kadar air, merubah densitas pakan, meningkatkan palatabilitas/akseptabilitas, merubah kandungan nutrien, meningkatkan ketersediaan nutrien, dektosifikasi, mempertahankan kualitas selama penyimpanan dan mengurangi kontaminasi. Sehingga kualitas dan kuantitas pakan yang baik merupakan penentu keberhasilan budidaya peternakan, karena hampir 2/3 biaya produksi berasal dari pakan yang menjadi asupan zat makanan ke ternak.

Pengolahan bahan pakan melalui pengeringan sangat tergantung dengan musim/panas matahari, sedangkan pengolahan dengan amoniasi (penambahan urea) ada yang mengalami kasus toksikasi karena tingginya amonia. Sekarang teknologi yang berkembang adalah pembuatan pakan tidak hanya sekedar awet (silase), tetapi juga kadar nutrien sesuai dengan kebutuhan gizi ternak (Sofyan dan Febrisiantosa 2007). Pemberian olahan pakan tersebut seperti ruminansia pada sapi akan dapat mempercepat penggemukan yaitu dengan pakan kombinasi antara hijauan dan konsentrat. Pada umumnya, pakan hijauan diberikan dalam jumlah 10 % dari berat badan dan pakan penguat cukup diberikan 1 % dari berat badan. Hijauan yang digunakan adalah jerami padi, daun tebu, daun jagung, alang-alang dan rumput-rumputan liar sebagai pakan berkualitas rendah dan rumput gajah, setaria kolonjono sebagai pakan berkualitas tinggi. Sedangkan konsentrat yang biasa digunakan adalah ampas tahu, ampas tebu, bekatul, kulit biji kedelai, kulit nanas dan buatan pabrik pakan.

Banyak pengolahan pakan ternak dengan berbagai pilihan bahan hijauan maupun konsentrat. Oleh karena itu, dibutuhkan teknologi pakan ternak untuk memberikan pakan yang terbaik untuk ternak agar pertumbuhan dan ketahanan hidupnya optimal. Beberapa teknologi pengelolaan dan pengawetan pakan meliputi hay, silage, pengolahan jerami padi (amoniasi jerami, jerami fermentasi).

20160531_11083420160531_11313220160531_11164420160531_111054

Permasalahan

Permasalahan yang paling utama di peternakan adalah ketersediaan pakan ternak yang minim saat musim kemarau padahal pada musim penghujan ketersediaan pakan melimpah. Teknologi pengawetan pakan yang saat ini dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan pada di musim kemarau tersebut. Seperti adanya fermentasi jerami, atau silase yang memanfaatkan limbah jerami saat ketersediaan melimpah setelah panen padi.

Penyuluhan sebenarnya sudah diperoleh oelh kelompok ternak di Desa Genengsari Kecamatan Polokarto, hanya saja belum adanya praktek nyata dalam penrapan uji teknologi pakan tersebut. Oleh karena itu, dilakukan uji teknologi pakan ternak di kelompok ternak yang berpotensi peternakannya di Kabupaten Sukoharjo. Lokasi yang akan diberikan pengujian pakan ternak tersebut adalah di kelompok ternak Pundongsari, Desa Pundongrejo, Kecamatan Tawangsari dan di kelompok ternak Ternak Mulyo, Desa Genengsari, Kecamatan Polokarto.

Tujuan Kegiatan

Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan ternak silase dan jerami fermentasi kepada hewan ruminansia dalam hal pertumbuhan, kesehatan, pertumbuhan dan reproduksi ternak, bahkan menjaga keseimbangan jaringan tubuh dan membuat energi dalam proses metabolisme. Teknologi pakan ternak ini diharapkan dapat menjadi alternatif pemberian pakan ternak bernutrisi pada hewan ternak dan memberikan keuntungan bagi peternak.

Identifikasi Pelaksana

  1. Pelaksana kegiatan adalah peternak yang didampingi mahasiswa/ dosen/ penyuluh pertanian.
  2. Pelaksanaan kegiatan Penerapan Teknologi di lokasi ternak.
  3. Pelaksanaan Pengujian Teknologi merupakan penerapan dari satu teknologi ataupun kombinasi beberapa teknologi untuk memperoleh hasil kajian yang optimal secara langsung / mendukung dan memiliki pengaruh terhadap Peningkatan Produktivitas PAJALE DAGU BABE di lokasi pengujian.
  4. Pelaksanaan kegiatan harus mempertimbangkan azas manfaat dan berhasil guna dalam meyakinkan peternak untuk  menerapkan suatu inovasi teknologi.
  5. Teknologi yang digunakan merupakan penerapan lapangan teknologi pakan ternak maupun teknologi pendukungnya rekomendasi dari Fakultas Pertanian UGM atau Badan Litbang Pertanian/ BPTP yang secara teknis mudah diterapkan, secara ekonomi menguntungkan dan secara sosial budaya dapat diterima masyarakat, serta telah teruji keberhasilannya dan menguntungkan bagi peternak.
  6. Mahasiswa bersama Peternak/kelompok ternak melaksanakan kajian dengan menggunakan bahan kajian sesuai yang tertera dalam proposal.
  7. Dalam melakukan pengkajian, peternak/ kelompok ternak didampingi mahasiswa dan penyuluh serta mendapatkan bimbingan dari dosen.
  8. Mahasiswa menyampaikan berbagai permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan kajian kepada instansi terkait (BP4K, BPTP, Dinas Pertanian, STPP/UGM, dll).

Lokasi & Waktu

Lokasi :

  1. Kelompok ternak Pundungsari, Desa Pundungrejo, Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo.
  2. Kelompok ternak Ternak Mulyo, Desa Genengsari, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.

Waktu : Bulan Mei 2016

 

Tinggalkan komentar