Menu

Upacara Bendera Hari Kesadaran Nasional

Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Magelang mengadakan apel pagi yang di pimpin oleh Ir. Sugiarto, MM. sekaligus dalam kesempatan ini dipergunakan untuk Penyerahan SK PNS atas nama Atik Setiawati, SST, Sumadi Sriwantoko, SST dan Kunto Lesmana, S.Kom,
Pemimpin apel dalam amanahnya menyampaikan selamat kepada mereka yang mendapat SK PNS, dan beliau berpesan agar prestasi tersebut bukan didapat karena hadiah tetapi itu semua karena jeripayah kita semua dan kita harus bisa memegang amanah itu sebaik mungkin, disamping itu pula pemimpin apel menyampaikan bahwa dalam dunia pendidikan itu, manusia sebagai pemeran utamanya, baik sebagai subyek sekaligus sebagai obyek.

Keilmuan sebagai medianya, memanusiakan manusia sebagai salah satu tujuannya, dan kemampuan untuk menjawab berbagai persoalan yang sifatnya kekinian maupun antisipasi masa depan (kenantian) sebagai keniscayaannya. Itulah sebabnya mengapa dunia pendidikan itu kompleks, menantang namun sangat mulia. Kompleksitas dan tantangan terus berkembang, seiring dengan perjalanan zaman. Oleh karena itu kita semua harus secara bersama-sama terus-menerus berikhtiar dengan sungguhsungguh untuk menanganinya, demi kemuliaan diri, bangsa, negara dan umat manusia.

Di sisi lain, kita juga memahami dan menyadari tentang tantangan global dan internal yang sedang dihadapi, yang mengharuskan kita semua untuk lebih memperkuat jati diri, identitas dan karakter sebagai bangsa Indonesia. Bangsa yang dikaruniai oleh Tuhan Yang Maha Kuasa potensi sumberdaya alam dan manusia yang luar biasa besarnya. Demikian juga kesempatan yang sangat terbuka untuk menjadi bangsa dan negara yang besar, maju, demokratis dan sejahtera. Oleh karena itu, dengan optimisme yang kuat, kerja keras dan cerdas serta semangat kebersamaan, Insya Allah cita-cita mulia itu bisa kita wujudkan. Disinilah mengapa pendidikan berbasis karakter dengan segala dimensi dan variasinya menjadi penting dan mutlak. Karakter yang ingin kita bangun bukan hanya karakter berbasis kemuliaan diri semata, akan tetapi secara bersamaan membangun karakter kemuliaan sebagai bangsa. Karakter yang ingin kita bangun bukan hanya kesantunan, tetapi secara bersamaan kita bangun karakter yang mampu menumbuhkan kepenasaranan intelektual sebagai modal untuk membangun kreativitas dan daya inovasi.

Tinggalkan komentar