Menu

Polbangtan YoMa Dukung Kostratani di 21 Desa

Pengabdian dan pendampingan wilayah kerja penyuluhan pertanian (WKPP) menjadi salah satu agenda utama Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa). Kegiatan itu dalam rangka mendukung program strategis Kementerian Pertanian RI. Yakni Kostratani.

Bulan ini kegiatan WKPP telah dilaksanakan di rumah Asmari, Kadus Paten, Dukun, Kabupaten Magelang, Jumat (13/3).

Pada hari yang sama kegiatan serupa digelar serentak di 20 desa lainnya. Di rumah Rahmat Pujiono, Dusun Karangsari II, Sidoagung, Tempuran, Kabupaten Magelang dan rumah Hartoto, Dusun Bakalan Lor, Bligo, Ngluwar.

Sehari sebelumnya tim Polbangtan YoMa melakukan pendampingan bagi para penyuluh pertanian di 21 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

Dalam sambutannya, Direktur Polbangtan YoMa Dr Rajiman SP MP menuturkan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo telah mencanangkan  program Satu Data Pertanian. Untuk itu Kementerian Pertanian menetapkan kebijakan yang harus didukung oleh stakeholder terkait pemenuhan data tersebut secara terbuka dan real time.

Saat ini Kementerian Pertanian telah membangun Agriculture War Room (AWR) sebagai sarana komunikasi dan informasi di tingkat nasional dan Agriculture Operation Room (AOR) pada setiap level tingkatan administratif sampai kecamatan. Pengumpulan data dan informasi pembangunan pertanian dilaksanakan melalui program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratan).

Kostratan merupakan gerakan pembaharuan pembangunan pertanian nasional berbasis teknologi informasi. Sebagai gerakan satu komando secara berjenjang mulai dari kecamatan sampai dengan pusat dalam pengumpulan dan pengolahan serta penyajian data dan informasi terkait pembangunan pertanian dan pangan dengan melibatkan eselon 1 lingkup Kementerian Pertanian dan kementerian/lembaga terkait lainnya. “Kostratan merupakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian Nasional (Kostratanas) yang berkedudukan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Komando Strategis Pembangunan Pertanian Wilayah (Kostrawil) berkedudukan di provinsi, Komando Strategis Pembangunan Pertanian Daerah (Kostrada) berkedudukan di kabupaten, dan Komando Strategis Pembangunan Pertanian Petani (Kostratani) yang berkedudukan di kecamatan,” paparnya.

Tiga program aksi di bawah komando  Badan Penyuluhan dan Sumber Daya Manusia Pertanian, antara lain,  membangun gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), menumbuhkan pengusaha pertanian milenial hingga 2,5 juta orang selama 5 tahun, dan penyuluhan, pelatihan serta pendidikan vokasi mendukung sepenuhnya semua program utama Kementan.

Fokus kegiatan kementerian Pertanian di tahun 2020 meliputi 10 kegiatan utama yaitu : pengembangan Kostratani, fasilitasi pembiayaan, infrastruktur, dan alsintan (KUR, dll).

Lalu peningkatan produksi tanaman pangan melalui pengembangan kawasan berbasis korporasi (propaktani).

Selanjutnya pengembangan kawasan hortikultura (sayuran, tanaman obat, buah-buahan, dan florikultura) berdaya saing (Gedorhorti).

Kemudian gerakan nasional peningkatan produktivitas, produksi, dan daya saing perkebunan (Grasida).

Peningkatan populasi dan produktivitas serta mutu genetik ternak potong dan unggas (sapi indukan, integrasi sapi-sawit, dan industri hulu dan hilir unggas) (Sikomandan).

Berikutnya akselerasi pemanfaatan inovasi teknologi dan perbanyakan/produksi benih/bibit hasil litbang, pengentasan daerah rentan rawan pangan melalui family farming, pertanian masuk sekolah (PMS), distribusi dan pengendalian harga pangan pokok, serta diversifikasi pangan.

Terakhir, penguatan layanan perkarantinaan dan akselerasi ekspor melalui program gerakan tiga kali lipat ekspor (GraTIEks) serta dukungan manajemen belanja pegawai dan pengawasan.

Dalam kesempatan itu Kades Paten Sunarto berharap kegiatan pendampingan WKPP di wilayahnya bisa memfasilitasi petani-petani tua dan muda. Untuk meningkatkan produktifitas pertanian yang dimilikinya.

Terpisah, pada kegiatan pendampingan WKPP di Desa Sidoagung, Tempuran, Kades Suparno sangat apresiatif dengan program Kostratani. Dia juga minta saran terkait jenis pohon yang cocok ditanam di wilayahnya. Mengingat sebagian wilayah Sidoagung telah berdiri pabrik-pabrik industri. Sehingga lahan pertanian semakin sempit. “Kami sudah memperketat izin untuk mengurangi pendirian pabrik baru,” katanya.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Tempuran Gunawan menjelaskan, tanah berjenis litosol cocok ditanami buah buahan. Misalnya alpukat. (*/yog/ila)

sumber : https://radarjogja.jawapos.com/2020/03/19/polbangtan-yoma-dukung-kostratani-di-21-desa/

Tinggalkan komentar