Menu

Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1440 H

Selasa (11/9/18), mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang melaksanakan kegiatan Peringatan Tahun Baru Islam yang ke-1440 Hijriyah yang bertemakan “Menjadi Mahasiswa Islami Tonggak Pembangun NKRI”. Tema kegiatan tersebut dipilih dengan harapan dapat menentuh civitas akademika Polbangtan Yogyakarta-Magelang untuk senantiasa berperan aktif dan semangat dalam melaksanakan setiap kegiatan kampus khususnya bidang keagamaan serta mampu menjadi mahasiswa yang cerdas dan islami. Kegiatan ini diikuti oleh 140 mahasiswa semester I yang baru saja mengikuti kegiatan masa bimbingan dasar mahasiswa (mabidama), 140 mahasiswa semester III, 149 mahasiswa semester V, dan 78 mahasiswa semester VII.

Dalam pelaksanaan kegiatan peringatan tahun baru islam ini, ada beberapa rangkaian acara yang disusun secara menarik oleh panitia yang tergabung dalam ukm ROHIS (Rohani Islam) “Ulul Albab” yakni lomba sambung ayat, menghias mading bertema islami, dan nasyid. Semua mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut tampak antusias serta memeriahkan acara.

Selepas isya, secara resmi kegiatan tausiah islami digelar. Dalam sambutannya, Wakil kertua III Polbangtan Yogyakarta-Magelang menyampaikan pentingnya kegiatan ini digelar untuk menyadarkan mahasiswa dan memperkuat iman islam. Kegiatan tausiah islami serta diskusi yang dipandu oleh Bapak Muhtadi Kadi, Lc., Ulama lulusan Universitas Mesir yang kini aktif menjadi penulis tetap di koran harian “Jawa Pos”. Beliau menyampaikan banyak sekali motivasi bagi mahasiswa disamping tausiyahnya mengenai arti dari peringatan tahun baru islam itu sendiri. Ketika menginjak pada sesi diskusi dan dialog langsung aantara mahasiswa dengan Bapak Muhtadi, mahasiswa sangat antusias untuk bertanya dan berkonsultasi mengenai materi dan bagaimana caranya menjadi pemuda madani di era modern ini, bagaimana cara kita memfilter diri dari golongan-golongan yang banyak bermunculan.

Dengan santun dan ramah beliau menjawab, cara menjadi pemuda madani yang relevan di jaman yang semakin “edan” ini adalah dengan pendidikan yang mumpuni, memilih lingkungan yang sehat untuk bernaung, melatih diri untuk patuh kepada aturan yang jelas sumbernya, serta “melek” teknologi yang baik dan benar, senantiasa mendekatkan diri kepada Rabb-Nya dan menghindari kegiatan yang kurang bermanfaat.

Dipenghujung acara, panitia melakukan sosialisasi ukm rohani islam kepada seluruh hadirin. Besar harapan panitia penyelenggara supaya ukm rohis tetap lestari serta memunculkan banyak kegiatan bermanfaat untuk mengisi dan menguatkan iman. (/Fika Asti)

Tinggalkan komentar