MENJALIN JEJARING KEMITRAAN MELALUI FORUM KOMUNIKASI DOSEN, WIDYAISWARA, PENELITI, PPL, KELOMPOK TANI TERNAK DAN PENGUSAHA

2Dalam rangka mencapai ketahanan pangan, negara harus mandiri dan berdaulat dalam menentukan kebijakan pangannya sesuai dengan sumberdaya yang dimiliki. Sebagai upaya mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan tersebut, Kementerian Pertanian menjabarkannya melalui kebijakan pembangunan pertanian dengan tujuan utama mencapai kemandirian pangan yang kuat, berkelanjutan dan ramah lingkungan. Guna mendukung tercapainya kemandirian pangan tersebut, telah dilakukan berbagai upaya, antara lain melalui pemberdayaan sumberdaya manusia pertanian pada kawasan sentra produksi pada sub sektor tanaman pangan, perkebunan, hortikultura dan peternakan. Pengembangan sumber daya manusia pertanian dititik beratkan pada peningkatan kualialitas pengelola dan pengelolaan usaha untuk 7 (tujuh) komoditas strategis nasional yaitu : padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, tebu dan sapi potong.

Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang sebagai salah satu Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) di lingkup Kementerian Pertanian mengemban tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Sehingga STPP Magelang berkwajiban berperan aktif untuk mendukung program Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam pencapaian swasembada pangan tersebut. Salah satu hal penting dalam peningkatan kualitas SDM pertanian adalah adanya sinergitas pelaku pertanian dengan adanya kemantapan dalam melakukan jejaring usaha. Adanya jejaring antar pelaku di bidang pertanian diharapkan akan tercipta komunikasi dan tukar pengalaman dalam menyelesaiakan permasalah pertanian secara konstruktif.

Salah satu kegiatan untuk menjembatani pihak-pihak terkait dalam memecahkan1 permasalahan pertanian ini adalah diselenggarakannya forum komunikasi antara Dosen, Peneliti, Widyaiswara, Penyuluh, Kelompok Tani dan Pengusaha di bidang Pertanian dan Peternakan yang berada di wilayah Kabupaten Magelang dan sekitarnya. Forum Komunikasi ini dilaksanakan di Aula Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang Jurusan Penyuluhan Peternakan pada tanggal 25 Mei 2016. Kegiatan ini diawali dengan laporan panitia oleh ketua pelaksana kegiatan, Ir. Sunarsih, M. Sc. dan dibuka oleh Wakil Ketua II STPP Magelang drh. Yudiani Rina Kusuma, MP. Yang dalam sambutannya  Wakil Ketua II STPP Magelang mengharapkan kegiatan ini memiliki andil yang besar dalam pembangunan pertanian daerah sebagai dasar pembangunan pertanian secara nasional.

Peserta Forum Komunikasi berasal dari Dosen STPP Magelang, BPTP Prov. Jateng, BPSDMNAK Ungaran, BPSDMTAN Soropadan, Dinas Peternakan dan Peternakan Kab. Magelang, BP2KP Kab. Magelang, BAPEDA Kab. Magelang, BP2KP Kab Magelang, BALITBANG Kota Magelang, Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kota Magelang, Kantor Camat Tegalrejo, Kantor Desa Purwosari, Kantor Desa Glagahombo, Kelompok Tani/ KWT/ Pengusaha mitra STPP Magelang dari Kab. Magelang, Kab. Temanggung, Kab. Wonosobo, Kab. Semarang dan Kab. Sleman, DIY.

3Narasumber dalam kegiatan anatara lain : Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinisi Jawa Tengah Ir. Agus Wariyanto, SIP, MM. yang memaparkan kebijakan pembangunan peternakan melalui program UPSUS swasembada daging di Propinsi Jawa Tengah. Nara sumber kedua adalah Ketua Kelompok Tani Ternak Ayam Buras  “Gemah Ripah” Desa Soropadan Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung Kusnindaryanto, yang memaparkan peluang dan tantangan usaha budidaya Ayam Buras. Kegiatan ini didahului penyampaian program Kegiatan Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) STPP Magelang tahun 2016 oleh drh. Budi Purwo Widiarso, MP dan Lutfan Makmun SST. MP.

Berkenan hadir dalam kegiatan ini sekaligus menutup kegiatan Forum Komunikasi tahun 2016,5 Kepala Badan PPSDMP Kementerian Pertanian, Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec. Dev, yang menyampaikan dari Forum Komunikasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan masukan dari seluruh stakeholder pelaku utama dan pelaku usaha  bagi pendidikan pertanian dan peningkatan pemberdayaan pertanian di Indonesia. Lebih lanjut Kepala Badan PPSDMP Kementerian Pertanian menyampaikan adanya jejaring mitra diharapkan dapat mendukung program GP2T (Gerakan Pemberdayaan Petani terpadu). Kemasan program GP2T merupakan manivestasi dari lembaga suportir baik pemerintah maupun swasta agar terus hadir bersama petani dan stakeholder dalam mengawal keberhasilan swasembada pangan untuk 7 komoditas strategis.  Pada kesempatan ini juga disampaikan peran utama BPPSDMP Kementerian Pertanian dalam swasembada pangan melalui optimalisasi tiga pilar tupoksi BPPSDMP yakni penyuluhan, pelatihan, dan pendidikan. Tiga pilar ini merupakan kekuatan yang harus dibangun bersama karena tidak bisa berjalan sendiri – sendiri dalam mencapai pembangunan pertanian yang maju dan berkelanjutan. Penyuluhan pertanian sabagai ujung tombak dan lokomotif harus ditunjang pelatihan dan pendidikan yang mumpuni dan profesional. Sehingga seluruh komponen program ini harus dikelola secara sinergis, koordinatif, terstruktur dan terukur.  Tiga komponen utama BPPSDMP merupakan satu rangkaian asset yang saling membutuhkan, pelatihan dan pendidikan harus mampu berkontribusi dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian demi mewujudkan swasembada pangan di Indonesia.

Oleh : Tanty Yanuar Widiyanti, S.Kom

Editor : Lutfan Makmun, S.ST, MP

68 7 4

Tinggalkan komentar