Menu

Sosialisasi dan Perekrutan Pengurus Koperasi Mahasiswa (KOPMA)


Senin (25/09/2018), Kementerian kewirausahaan salah satu divisi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang gelar kegiatan yang menarik dan ciamik.
Ya, Sosialisasi dan perekrutan pengurus Koperasi Mahasiswa (KOPMA) ini dilakukan serentak kepada seluruh mahasiswa Polbangtan Yogyakarta-Magelang Jurusan Penyuluhan Peternakan di auditorium utama.
Acara dimulai pukul 10:00 WIB tepat dengan sambutan utama dari Ketua Polbangtan Yogyakarta-Magelang yang diwakili oleh Direktur III bidang pendidikan dan kemahasiswaan Bpk. Teguh Susilo, S. Pt. M. Si., beliau menyampaikan bahwa betapa beruntungnya seorang mahasiswa yang mau berperan aktif dalam mengembangkan sebuah koperasi. Melalui kopma ini mahasiswa akan banyak belajar dan menambah pengalaman dalam mengelola sebuah organisasi usaha mikro, menambah relasi pasar, dan harapannya mahasiswa dapat mengadopsi apa yang diperoleh selama mengikuto kopma dan diterapkan di lingkungan masyarakat sebagai salah satu wujud pengamalan tri dharma perguruan tinggi di msyarakat.
Selanjutnya pada sesi penyampaian materi pertama yang secara langsung diisi oleh Dra. Suharti, M.P. disampaikan banyak hal mengenai arti kopma itu sendiri, sistem yang ada di kopma, Anggaran Dasar (AD) Anggaran Rumah Tangga (ART), struktur organisasi, bagaimana pembukuannya, manfaat serta trik mendapatkan harga yang rendah dari pasar pada umumnya namun gtetap mendapatkan laba usaha.
Bapak Giyarto, S.ST. selaku pengawas Koperasi Sekar Bhakti turut mengisi kegiatan sosialisasidan perekrutan ini dengan memberikan gambaran mengenai kopma itu sendiri. Beliau memberikan contoh nyata kepada mahasiswa melalui sistem kinerja koperasi sekar bhakti itu sendiri.
Di akhir acara, kegiatan perekrutan secara langsung dilakukan oleh panitia melalui kementerian kewirausahaan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Ketua Koperasi Sekar Bhakti drh. Pramu, M.Sc. Mahasiswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut dibuktikan dengan banyaknya blanko yang diambil. (Fika Asti)


Tinggalkan komentar