Menu

STPP MAGELANG TANDATANGANI MOU BERSAMA 4 PTM DALAM KEGIATAN APBNP KEMENTAN 2017

MOU

 

Pergerakan pembangunan pertanian saat ini melaju pesat. Kementerian Pertanianmenjadi motor penggera yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya kepada petani dan penyuluh di seluruh Indonesia. Tahun 2017, Kementerian Pertanian melalui Kegiatan APBN-Perubahan (APBN-P) melakukan pengawalan/pendampingan mahasiswa/alumni dan pemuda Tani di wilayah-wilayah yang menerima manfaat dari APBN-P tersebut. Di Jawa Tengah, terdapat 19 Kabupaten yang berada dalam wilayah koordinasi STPP Magelang, dan 1 Kabupaten di Kalimantan Selatan yang dikhususkan untuk UPSUS SIWAB (Sapi Indukan Wajib Bunting). Dalam hal ini, STPP Magelang bermitra dengan 4 Perguruan Tinggi yang ada di Jawa Tengah untuk bersinergi dan saling mendukung dalam pembagian wilayah koordinasi. 4 perguruan Tinggi tersebut adalah Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Tidar (UNTID) Magelang, dan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto.
Dalam pelaksanaannya, 19 Kabupaten ini dibagi bersama dengan 4 Perguruan Tinggi Mitra (PTM) sesuai dengan letak geografis untuk menerjunkan Mahasiswa/alumni/Pemuda Tani dalam kegiatan ini. Kamis, 26 Oktober 2017, bertempat di STPP Magelang, melaksanakan penandatangan Naskah Kerjasama (MOU) dengan 4 PTM. Penandatanganan Naskah Kerjasama (MOU) ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian dari masing-masing PTM. Dari Fakultas Pertanian UNSOED dihadiri oleh Dr. Ir. Anisur Rosyad, M.S, dari Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc., dari Fakultas Pertanian UNS , Prof.Dr.Ir.H.Bambang Pujiasmanto,Ms dan dari fakultas Pertanian UNTID, Ir.Gembong Haryono,MP.
Pada kegiatan ini acara dibuka oleh sambutan Ketua STPP Magelang Ir. Ali Rachman, M.Si. dalam sambutannya, beliau menyatakan harapannya bahwa kerjasama dengan PTM ini tidak hanya untuk kegiatan APBNP ini saja, tapi juga untuk pengembangan SDM daripada STPP Magelang dalam pendidikan baik itu Magister maupun Doktoral. Dalam pemaparannya, Ketua STPP Magelang menuturkan bahwa swasembada pangan sebagai target kementan untuk menuju Indonesia menjadi Lumbung pangan dunia tahun 2045, salah satunya adalah program UPSUS Pajale yang telah dapat mengantarkan pertanian untuk pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat secara luas dan merata, selain itu juga mampu mendongkrak produksi ekspor ke Luar Negeri terkait dengan bahan pangan yang berasal dari petani-petani lokal di indonesia. Peranan institusi pendidikan Tinggi adalah sebagai pemenuhan SDM yang mampu mendorong pertanian untuk membangkitkan petani, sehingga regenerasi petani dapat terwujud. Farmer does exist. Bagaimana agar dapat menjadi motor dan berperan mendampingi untuk mengajak generasi muda untuk mencintai petani. Selain berperan sebagai pendamping petani, Perguruan Tinggi turut berperan serta dalam teknologi modern yang dapat digunakan dan membangkitkan citra petani di masyarakat. Agar ketersediaan pangan dan berkelanjutan, “mari, kita Institusi pendidikan dapat mengambil peran untuk meregenerasi petani dan ikut dalam mengembangkan teknologi, agar petani kita maju dan modern, menuju, Indonesia Lumbung pangan dunia tahun 2045.” Tuturnya.
Sambutan kedua oleh dekan Fakultas Pertanian UNDIP Semarang, Prof. Dr.Ir.Mukh Arifin, M.Sc. yang mewakili PTM. Dalam sambutannya, Prof. Mukh Arifin memaparkan bahwa PTM selalu siap dan sudah bergerak serta memberikan komitmen tinggi untuk mendukung dan turut serta dalam program swasembada pangan oleh kementan. Selama di lapangan, terdapat berbagai macam persoalan yang dihadapi, namun tidak menyurutkan mahasiswa/alumni/pemuda tani untuk selalu berkoordinasi dan dengan pendamping terkait hal-hal di lapangan. “penghargaan kepada STPP Magelang yang menjadi kepanjangan tangan Kementrian Pertanian yang sudah memberikan kepercayaan kepada PTM, khususnya 4 PTM yang hadir hari ini untuk mengarahkan mahasiswa/alumni ke lapangan dan ikut menggerakkan pembangunan pertanian di sektor swasembada pangan. Kegiatan ini dapat menjadi lahan untuk mahasiswa mengenali permasalahan di lapangan agar dikemudian hari apat menjadi bekal ketika sudah terjun ke masyarakat. Harapannya, kegiatan APBN-P ini dapat menaikkan efisiensi dengan teknologi yang dikembangkan agar memakmurkan petani.” Tutupnya.
Setelah sambutan dari Ketua STPP Magelang dan perwakilan PTM, selanjutnya adalah penandatanganan naskah kerjasama (MOU) antara STPP Magelang dengan tiap PTM. Penandatangan naskahkerjasama (MOU) ini sebagai penanda kegiatan APBNP Kementerian Pertanian berjalan dengan lancar, dan dukungan PTM atas penerjunan mahasiswa/alumni untuk ikut menggerakkan pembangunan pertanian.(tantyanuar)

Tinggalkan komentar