Menu

Bincang Agribisnis Inseminasi Buatan Pada Ayam

Polbangtan YoMa bekerja sama dengan Radio Fast FM  menyelenggarakan Siaran Pedesaan atau Bincang Agribisnis dengan tema kali ini “Inseminasi Buatan Pada Ayam” menghadirkan narasumber dosen dan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang yaitu drh. Annisa Putri, MP dan Wahyu Danar Afrian yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pendengar dalam mendapatkan informasi agribisnis melalui siaran radio.

Sekilas materi :

IB (Inseminasi Buatan) pada unggas khusunya ayam sebenarnya tidak sulit. Peralatannya dapat menggunakan alat-alat yang ada disekitar kita

sedang cara/tekniknya mudah. Kesulitan dalam praktek IB adalah cara mengeluarkan sperma dari pejantan. Kesulitan ini disebabkan karena peternak belum terbiasa, sehingga perlu berlatih.

Manfaat Inseminasi Buatan :

  • Penggunaan pejantan lebih efisien
  • Mempercepat produksi telur tetas
  • Mempercepat produksi anak ayam umur sehari (DOC)
  • Sebagai sarana untuk meningkatkan mutu genetic
  • Memungkinkan dilakukan persilangan dengan ayam lain

Alat dan bahan untuk IB

  • Spuit 1 ml
  • Tabung pengencer
  • Tabung penampung sperma
  • Nacl fisiologis 0,9%
  • Kain/tisu

PERSIAPAN

  • Mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan :

Alat suntik (spuit), tabung penampung sperma, tabung pengencer, nacl fisiologis 0,9% (pengencer sperma), kain lap atau tissu. Alat dan bahan ini dapat dibeli diapotik terdekat dan setiap kali digunakan dalam keadaan steril (dicuci dengan air mendidih).

  • Mempersiapkan materi induk dan pejantan :

Induk :

  • Minimal sudah mengalami periode peneluran pertama.
  • Mempunyai produksi tinggi dan berasal dari tertua yang berproduksi tinggi.
  • Induk tersebut sedang berproduksi.
  • Pemeliharaan induk sebaiknya dalam kandang batere individu.

 

Pejantan :

  • Berasal dari tertua dan mempunyai produksi tinggi.
  • Umur 1-1,5 tahun.
  • Pejantan harus dilatih sampai terbiasa spermanya (kurang lebih 7 hari).
  • Tanda pejantanyang sudah terlatih, begitu dilakukan pengelusan ekornya langsung terangkat.
  • Pemeliharaan pejantan tidak dicampur dengan induk.

PENGAMBILAN SPERMA

  • Dilakukan pada siang hari sekitar jam 15.00 wib
  • Pengambilan sperma dilakukan 2 orang, dimana 1 orang memegang ayam dan 1 orang bertugas mengambil sperma.
  • Bersihkan kotoran yang menempel dianus dan sekitarnya.
  • Rangsang pejantan dengan mengelus bagian punggung dari bawah ke leher kea rah ekor dan dari bawah anus kearah ekor, lakukan 5-7 kali.
  • Tekan pangkal ekor dengan posisi tangan dari atas sampai keluar spermanya, kemudian tamping sperma dalam tabung. Pengambilan sperma dapat dilakukan 3-5 kali dalam seminggu.
  • Encerkan sperma dengan Nacl fisiollogis 0,9% dengan perbandingan 1:6 sampai 1:10
  • Caranya: sedot Nacl fisiologis dengan spuit sesuai derajat pengencerannya, masukkan kedalam tabung. Ambil seperlunya Nacl tersebut, masukkan ke dalam tabung yang sudah berisi sperma (tabung penampung) goyangkan secara perlahan hingga tercampur.
  • Kemudian sisa Nacl dimasukkan lagi ke dalam tabung tersebut dan digoyangkan hingga tercampur. Umur sperma yang telah diencerkan kurang lebih 30 menit. Hindarkan sperma dari sinar matahri langsung.
  • Masukkan/sedot sperma yang telah diencerkan dengan spuit /alat suntik. Setelah sperma masuk ke dalam alat suntik maka sperma tersebut siap diinseminasikan.

PELAKSANAAN INSEMINASI BUATAN

  • Siapkan induk ayam yang akan diinseminasikan.
  • Bersihkan kotoran yang menempel dianus dan sekitarnya.
  • Pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) dilakukan 2 orang, dimana 1 orang memegang ayam dan 1 orang melaksanakan IB.
  • Tekan bagian tubuh dibawah anus hingga terlihat saluran reproduksi (sebelah kiri) dan saluran kotoran (sebelah kanan).
  • Masukkan/suntikkan sperma yang sudah diencerkan dengan spuit secara perlahan ke dalam saluran telur sedalam kurang lebih 2 cm. pada waktu akan dilakukan penyuntikkan penekanan bagian bawag tubuh dilepaskan, bersamaan dengan itu penyuntikkan dilakukan. Tiap unduk butuhkan sperma 1-2 ml.
  • Untuk mendapatkan hasil yang baik, sebaiknya IB diulang 3 hari setelah IB yang sebelumnya.

PENGAMBILAN TELUR

  • Pengambilan telur tetas dimulai pada hari kedua (telur yang pertama tidak digunakan).
  • Penyimpanan telur tetas maksimal 10 hari.
  • Cara meletakkan telur tetas, bagian tumpul (rongga udara) berada diatas.
  • Selanjutnya dilakukan penetasan sesuai prosedur.

 

Tinggalkan komentar