Menu

Pakan Ternak Sapi

Di musim kemarau seperti bulan-bulan ini, sebagian peternak di daerah tertentu yang kerap kali mengalami masalah kekurangan pakan ternak, akan mulai bersiap-siap untuk mengatasi kekurangan pakan ternak yang bakal dialami. Meskipun ada juga daerah tertentu yang cukup beruntung dengan tidak pernah mengalami kekurangan pakan ternak karena daerahnya cukup subur. Bagaimana dengan yang daerahnya selalu kekurangan pakan ternak? Ada juga yang tidak memiliki persiapan sama sekali. Biasanya yang tidak punya persiapan akan menunggu sampai mereka benar-benar kesulitan mendapatkan pakan hijauan baru mereka bertindak dengan membeli jerami padi dll. dari daerah lain untuk pakan ternaknya. Disini terkadang akan muncul istilah “sapi makan sapi”, yaitu sapi dijual untuk memberi makan sapi yang lain. Yang punya persiapan bisa mencoba menerapkan teknologi pakan yang sudah umum sekarang ini, yang berguna untuk memperpanjang masa simpan pakan ternak sehingga bisa dimanfaatkan untuk jangka waktu yang lebih panjang selama musim kemarau, sebagai persediaan pakan. Teknologi pakan yang sudah populer ini diantaranya adalah pembuatan silase pakan dengan menggunakan drum-drum plastik sebagai tempat penyimpanan agar bisa tercapai kondisi penyimpanan anaerob. Pakan hijauan yang bisa disilase adalah hijauan segar (rumput, daun-daunan ) atau bisa juga jerami padi. Masa simpan silase bisa cukup lama yaitu sekitar 3-4 minggu (masa fermentasi) hingga 8 minggu tanpa mengalami kerusakan bahan kering dan bahan organik. Untuk kebutuhan masa simpan yang lebih singkat, bisa dicoba membuat hay atau hijauan kering dari rumput-rumputan atau daun-daunan. Hay bisa bertahan maksimal sampai minggu keenam dalam penyimpanan. Setelah minggu keenam bisa terjadi kerusakan/ perubahan warna dan tekstur pada hay. Meski demikian kondisi ruang penyimpanan juga sangat berpengaruh. Jika disimpan di tempat terbuka tanpa naungan atau tempat yang lembab dan ventilasi kurang, kerusakan pakan bisa terjadi lebih cepat. Keuntungan hay ini dibanding silase, terutama adalah karena pembuatannya lebih mudah daripada silase, hijauan tidak harus dipotong kecil-kecil dan hay cukup disimpan secara aerob dan tidak perlu secara anaerob. Demikianlah sepintas pemaparan dari narasumber bincang agribisnis yang disampaikan di stasiun radio Fast FM dengan frekwensi 96,4 yang disampaikan oleh Dr. Joko Daryatmo, S,Pt, MP dan Ir. Sunarsih, M.Sc, semoga dengan pemaparan tersebut diharapkan para pendengar radio terutama petani dan peternak dimusim kemarau seperti sekarang ini dapat berguna untuk mengatasi kurangnya pakan ternak sapi terutama hijau-hijauan.

Tinggalkan komentar