PELAKSANAAN PENYULUHAN KEGIATAN KIPA MAHASISWA DI KELOMPOK TANI BUDI LUHUR, TEGALREJO MAGELANG

1KIPA adalah Karya Ilmiah Penugasan Akhir yang dilaksanakan oleh mahasiswa semester 8 untuk mendapatkan gelar Sarjana Sains Terapan (SST). Sebelum dilaksanakan penyuluhan, mahasiswa harus lebih dulu melakukan pengkajian, tujuannya adalah agar mahasiswa mendalami materi yang akan disampaikan dalam pemberdayaan masyarakat dengan kata lain mahasiswa sudah pernah mencoba/mempraktekkan secara langsung materi pemberdayaan/ penyuluhan yang didukung referensi atau hasil kajian/penelitian orang lain yang dapat dipercaya. Dalam hal ini pelaksanaan pengkajian dilaksanakan di kampus STPP Magelang. Judul kajian saya adalah “Pengaruh Pemberian Sumber Karboidrat Terhadap Pembuatan Silase Rumput Gajah (Pennisetum perpureum)”. pengkajian dilakukan dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. yaitu P0 (rumput gajah 100%) sebagai kontrol, P1 (rumput gajah + tetes tebu), P2 (rumput gajah + dedak), dan P3 (rumput gajah + gula pasir). Sedangkan judul pemberdayaan adalah “Respon Petani Terhadap Pembuatan Silase Rumput Gajah (Pennisetum perpureum) di Kelompok Tani Budi Luhur Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang”

Lokasi pemberdayaan masyarakat/penyuluhan yaitu di desa Sidorejo, desa tersebut mempunyai 6 kelompok tani salah satunya adalah kelompok tani “Budi Luhur” yang menjadi sasaran kegiatan penyuluhan. Kelompok Tani “Budi Luhut” berdiri sejak tahun 2008 dengan kelas kelompok lanjut. Keberadaan kelompok tani “Budi Luhur” telah dilegalkan/ Berbadan Hukum pada tahun 2015. Kelompok tani “Budi Luhur” dari mulai bediri hingga sekarang memiliki 40 anggota, dengan ketua kelompok pak Suparno.

aBdegi25

Pelaksanaan kegiatan penyuluhan adalah pada tanggal 14 mei 2016, jam 19.00 WIB. Kegiatan dihadiri oleh Kepala Desa Sidorejo dan Penyuluh Pendamping (Ariyanto), selain itu saya juga membawa personil yang membantu khususnya pada saat sebelum penyuluhan (pra test) yaitu mahasiswa semester 8 (M. Muhdi Akbar, Taufikurrahman, Heldiansyah, Sultan, dan Rahmat). Metode pemberdayaan adalah Ceramah, diskusi, dan Dem-car, dan media yang digunakan dalam pelaksanaan penyuluhan adalah Folder dan Bahan Tayangan ( Power point). Tujuan kegiatan penyuluhan adalah : a) Meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani dalam pembuatan pakan fermentasi khususnya silase, b) mengatasi kekurangan pakan hijauan saat musim kemarau, dan c) menghemat tenaga sehingga petani masih bisa melaksanakan pekerjaan utama selain beternak. Kegiatan pemberdayaan dilakukan secara partisipatif dimana petani berperan aktif salah satunya adalah saat pelaksanaan Dem-car, disini petani harus beperan serta sehingga mereka dapat membuat silase. Langkah sebelum pelaksanaan Dem-car adalah telebih dulu membagi responden menjadi 4 kelompok kecil, dalam hal ini jumlah responden yang diambil adalah 30 orang. Kelompok I dengan jumlah peserta 8 orang melakukan pembuatan silase hanya menggunakan bahan utama tanpa bahan tambahan (rumput gajah 100%), kelompok II jumlah peserta 7 orang melakukan pembuatan silase dengan bahan tambahan (rumput gajah+tetes tebu), kelompok III jumlah peserta 8 orang melakukan pembuatan silase dengan bahan tambahan (rumput gajah+dedak), kelompok IV jumlah peserta 7 orang melakukan pembuatan silase dengan bahan tambahan (rumput gajah+gula pasir). Masing-masing kelompok didampingi oleh remoneratur (Heldiansyah, Sultan, Rahmat, dan Ariyanto)

Hasil pelaksanaan pemberdayaan terlihat anggota sangat antusias mengikuti penyuluhan, apalagi pada saat demontrasi cara. Setelah diberi arahan, anggota langsung melakukan langkah apa saja yang harus dilakukan karena kegiatan mereka dievaluasi secara perorangan. Penilaian dilakukan dengan memperhatikan ketepatan dan kecepatan peserta yang telah dibuat dalam panduan Elemen Keterampilan (EK).

Tindak lanjut setelah silase dibuat yaitu dengan disimpan selama 21 hari, dan pada tanggal 5 Juni 2016 silase akan sama-sama dibuka, dan akan dinilai oleh masing-masing kelompok. Penilaian fisik melalui kriteria organoleptik (warna, tekstur, bau, rasa, pH, dan kondisi fisik). Dengan melibatkan peserta secara langsung diharapkan peserta terampil dalam membuat silase, selain itu peserta dapat menilai sendiri pembuatan silase yang baik yang mana dan tentunya mereka harus mempertimbangkan sesuai dengan kondisi keuangan dalam membuat silase.

 

Pelaksana        : Sri Rohani

Instansi            : Bapeluh HST

Provinsi           : Kal-Sel

Tinggalkan komentar