Menu

PEMERIKSAAN GANGGUAN REPRODUKSI PADA TERNAK SAPI DALAM RANGKA UPSUS SIWAB 2017 BERSAMA MAHASISWA STPP MAGELANG

Pemerintah Pusat menggalakkan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) untuk seluruh Kabupaten/Kota se-Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah. Target jumlah akseptor UPSUS SIWAB Kabupaten Banyumas tahun 2017 sebanyak 6000 ekor sapi.

STPP Magelang sebagai penanggung jawab POKJA VI UPSUS SIWAB meliputi Kebumen, Cilacap dan Banyumas. Untuk mensukseskan upaya khusus tersebut STPP Magelang menerjunkan Mahasiswa STPP Magelang. Program ini akan dilakukan di tiga kecamatan sentra ternak sapi yakni : Kecamatan Kalibagor, Kembaran, dan Sumbang. Salah satu kegiatan pokok dalam SIWAB ini adalah menekan seminimal mungkin Gangguan Reproduksi (Gangrep) pada sapi. Untuk Kecamatan Kalibagor, telah dilakukan pemeriksaan gangguan reproduksi di Desa Kaliori beberapa waktu lalu. Kecamatan Kembaran telah dilakukan di Desa Linggasari dan Dilanjutkan, pada Kamis (20/4) di Wulunggunung Kecamatan Sumbang. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Petugas dari Dinas Peternakan Perikanan Kabupaten Banyumas dibantu Mahasiswa STPP Magelang sebanyak 6 orang diantaranya Agung Kurniawan, Faizal Bayu Kusworo, Mirwan Halomoan, Aqib Nasirudin, Joko Kristyanto, dan Rayndra Syahdan Mahmudin. Sedangkan kegiatan ini akan terus berlangsung di kecamatan dalam waktu dekat.

Program ini tidak dilaksanakan di semua kecamatan, karena keterbatasan anggaran, namun Dinas Peternakan Perikanan Kabupaten Banyumas tetap optimis target akseptor UPSUS SIWAB untuk Kabupaten Banyumas tetap dapat terpenuhi.  Sementara itu, dokter hewan Dinas Peternakan Drh. Syamsul A menuturkan, program ini bertujuan untuk mengurangi populasi sapi yang mengalami gangguan reproduksi yang dapat menunda kebuntingan pada ternak sapi tersebut. Lebih lanjut disampaikan, “Sebelum melakukan UPSUS SIWAB, kami periksa dulu kondisi sapi. Jika sapinya bunting kami beri vitamin. Jika belum bunting, dilakukan tindakan medis berupa suntik hormon dan diberi obat pada organ reproduksi yang bermasalah agar sapi tersebut bunting, namun sapi harus sudah pernah berkembang biak secara alami terlebih dahulu,”punkasnya

Kegiatan mahasiswa STPP Magelang direncakan berlangsung selama 3 bulan, dengan harapan dari kegiatan ini peternak dapat terbantu dengan semakin membaiknya kondisi ternak sapi yang mengalami gangguan reproduksi, sehingga ternak sapi dapat terus berkembangbiak dan meningkatkan populasi ternak sapi di Kabupaten Banyumas. BRAVO SIWAB 2017.

(Penulis: Kusworo FB & Rahmah R-UKM_Rumah_Inovasi editor Lutfan Makmun)

Tinggalkan komentar